Kursi Dewan bagaikan singgasana yang menggiurkan. Para politisi menghabiskan uangnya demi duduk di kursi dewan. Tak jarang kita temui setelah penghitungan selesai baik ditingkat KPPS, PPS, PPK, bahkan sampai tingkat KPU Kabupaten, banyak yang gigit jari, stres, kecewa, dan lain sebaginya. Lantaran suaranya tak mencapai ambang batas atau BPP yang telah ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota sampai tingkat Nasional. Itupun sudah dianggap wajar kalau memang perolehan suaranya tak memenui target. Akan tetapi yang bikin geli, katanya tidak jadi tetapi jadi dewan lantaran penghitungan yang salah alias tidak tahu perolehan suaranya berapa.